Chelsea mengawali perjalanannya di Liga Champions 2017/2018 dengan gemilang. Bertanding lagi setelah sempat absen 1 musim, Chelsea yang menjamu tamunya asal Azerbaijan, Qarabag di Stamford Bridge menang telak 6-0.
Kemenangan ini sekaligus menyamai rekor kemenangan terbesar yang dimiliki Chelsea di ajang Liga Champions (sebelumnya juga menang 6-0 melawan Maribor pada 2014). Hasil ini juga mengantarkan Chelsea duduk nyaman di puncak grup C di atas 2 pesaing terberatnya, Atletico dan AS Roma.
Analisis Pertandingan
Di laga yang berlangsung Rabu (13/09) dini hari kemarin, Chelsea melakukan beberapa rotasi dalam susunan pemain yang diturunkan. Nama-nama yang biasa mengisi starting line up semisal david Luiz dan Alvaro Morata tidak dimainkan dari menit awal.
Sebagai gantinya, Antonio Conte memasang pemain yang jarang mendapat kesempatan di laga ini, seperti Michy Batshuayi dan Christensen. Sedangkan pemain baru Davide Zappacosta juga dipercaya tampil dari awal menenmpati posisi dari Moses.
Dalam laga ini perbedaaan kualitas antar kedua kesebelasan sangatlah tampak. Pada laga ini, Chelsea tampil sangat dominan sedangkan Qarabag cukup kesulitan baik menahan serangan Chelsea ataupun menyerang Chelsea. Bahkan secara statistik pun terlihat berat sebelah.
![]() |
| Grafik Shoot-on-Target Chelsea vs Qarabag. Sumber: WhoScored |
Seperti yang dapat dilihat pada grafik diatas, dari catatan tendangan yang dilepaskan oleh kedua kesebelasan, Chelsea mampu melepaskan 8 shoot-on-target sedangkan Qarabag hanya mampu melepaskan 2, dan itupun dari luar kotak penalty Chelsea.
Selain masalah tembakan ke gawang, jika dilihat pada grafik dibawah, akan terlihat jelas bahwa Chelsea tidak cukup kesulitan untuk menahan serangan Qarabag. Dari grafik heat map di bawah, terlihat pemain Qarabag sangat jarang sekali memasuki daerah pertahanan Chelsea.
![]() |
| Grafik heatmap Chelsea - Qarabag. Sumber: WhoScored |
Dari 2 statistik sederhana diatas, sudah cukup menjelaskan perbedaan kualitas anatara Chelsea dan Qarabag dalam laga kemarin. Tanpa bermaksud merendahkan lawan (Qarabag), namun kemenangan 6-0 Chelsea lebih dikarenakan faktor kualitas lawan dibanding faktor strategi.
Selepas laga ini, Chelsea akan kembali bermain di ajang Premier League untuk melawan Arsenal di Stamford Bridge pada Minggu mendatang. Adapun Arsenal baru akan bermain pada Jumat (15/09) dini hari melawan FC Koln.



Comments
Post a Comment