Skip to main content

3-5-2 Chelsea Matikan Atletico

Chelsea sukses meneruskan peforma apik mereka di ajang UEFA Champions League 2017/2018. Setelah sukses mambantai tamunya, Qarabag, di MatchDay 1, Chelsea kembali sukses menorehkan kemenangan penting dalam MatchDay 2. Bertandang ke markas baru milik Atletico Madrid, Wanda Metropolitano, Chelsea sukses melakukan comeback dan meraih kemenangan tipis 1-2

Meskipun menang tipis, namun di laga ini penampilan Chelsea menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan pelatih  Atletico Madrid sendiri, Diego Simeone, mengatakan bahwa Chelsea layak menang karena tampil lebih baik dibanding anak asuhnya.

Analisa Pertandingan

Di laga kali ini, Conte melakukan perubahan dalam formasi yang digunakan. Pola andalan 3-4-3, diubah oleh Conte menjadi 3-5-2 di laga ini. Kante-Bakayoko-Fabregas dimainkan bersamaan di lini tengah. Adapun di depan, Conte mengandalkan kombinasi Morata-Hazard untuk membongkar pertahanan Atletico.

Penerpan formasi ini dipergunakan untuk memenangi duel di lini tengah, karena Atletico memeragakan formasi 4-4-2. Dalam formasi milik Atletico ini, hanya tersisa 2 pemain di lini tengah (Partey-Koke). Maka secara jumlah, maka kedua pemain lini tengah Atletico itu akan kesulitan karena kalah jumlah dengan 3 pemain Chelsea yang ada lini tengah.

Hasilnya dapat dilihat pada grafik di bawah. Trio lini tengah Chelsea memiliki catatan apik dalam statistik bertahan mereka. Di laga ini, Kante-Bakayoko-Fabregas melakukan 14 tackle sukses. Jumlah tersebut (14) melebihi setengah tackle sukses yang dilakukan Chelsea dilaga ini (25).
Grafik tackles yang dilakukan Kante-Bakayoko-Fabregas. Sumber: WhoScored
Tak hanya itu, bisa juga dilihat dibawah jumlah intersep yang dilakukan 3 pemain tersebut. Tercatat masing-masing pemain melakukan 2 intersep di laga kemarin. Catatan tersebut juga dilengkapi berberapa catatan apik lainnya seperti block (Fabregas-2, Kante-2) hingga sapuan bola (Bakayoko-1, Kante-1).
Grafik intersep yang dilakukan Kante-Bakayoko-Fabregas. Sumber: WhoScored
Namun bintang dilaga kemarin bukanlah ketiga pemain tersebut. Adalah Eden Hazard yang memberikan perbedaan dalam pola serangan yang dilakukan oleh Chelsea dan sekaligus menjadi pemain terbaik di laga kemarin.
Grafik dribble sukses oleh Hazard. Sumber: WhoScored
Jika dilihat pada grafik diatas, Hazard tercatat 7 dribble sukses dari 9 kali percobaan. Catatan tersebut merupakan yang tertinggi di laga kemarin. Catatan apik tersebut ditambah dengan 1 assist, 7 umpan kunci dan 4 tembakan.

Adapun peforma menawan Hazard itu tak lepas dari perubahan formasi yang dilakukan oleh Conte. Dapat dilihat dibawah bahwa di formasi ini, Hazard tidak perlu turun terlalu jauh ke bawah. Posisi yang ditempatinya pun hampir sejajar dengan Morata yang menjadi ujung tombak di laga ini.
Grafik heatmap Hazard. Sumber: WhoScored
Hasil kemenangan ini membuat Chelsea memuncaki klasmen sementara UCL Grup C dengan 6 poin. Adapaun pesiang terdekatnya adalah AS Roma diperingkat kedua dengan 4 poin diikuti oleh Atletico Madrid (1 poin) dan Qarabag (0 poin).

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...