Chelsea sukses mematahkan prediksi banyak pihak dalam lanjutan Premier League pekan ke 2, Minggu (20/08/2017) lalu. Menghadapi runer-up tahun lalu, Tottenham Hotspurs, Chelsea yang kehilangan beberapa pemain kuncinya justru mampu menang dengan skor tipis 1-2.
Dengan kemenangan ini, Chelsea pun sukses kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya kalah di laga pembuka melawan Burnley. Kemenangan ini sekaligus mematahkan berita-berita miring yang mengatakan bahwa ditubuh Chelsea tengah terjadi krisis.
Analisis Pertandingan
Di laga yang berlangsung di Wembley Stadium ini, Chelsea harus kehilangan setidaknya 3 pemain utama mereka, yakni Hazard, Fabregas dan Cahill. Akibatnya, Antonio Conte terpaksa merubah formasi di laga ini untuk menyesuaikan dengan pemain yang ada sekaligus berusaha meredam serangan yang dilakukan oleh Tottenham sepanjang laga.
Ya, dilaga ini Chelsea turun dengan formasi yang tidak lazim, yakni 3-5-1-1 (atau 3-5-2), dengan Andreas Christensen dipercaya mengisi posisi bek tengah diapit oleh Azpilicueta di kanan serta Rudiger di kiri. Sementara itu, David Luiz didorong sedikit maju kedepan untuk menemani Kante dan Bakayoko yang baru sembuh dari cedera sebagai trio di lini tengah.
Di lini depan, Alvaro Morata yang sukses "mengubah" wajah Chelsea pada laga melawan Burnley, dipercaya tampil sejak menit awal dan dibantu oleh Willian. Sementara itu, Michy Batshuayi dan Pedro disimpan di bangku cadangan.
Di babak pertama, Chelsea dipaksa bertahan oleh Tottenham Hotspurs yang mengambil inisiatif penyerangan. Namun meskipun begitu, Chelsea sukses menutup babak 1 dengan keunggulan 1 gol melalui eksekusi tendangan bebas dari Marcos Alonso.
Hal yang sama pun terjadi dibabak kedua. Chelsea memilih cenderung untuk menumpuk pemain di daerah peratahanan sendiri dan membiarkan Tottenham menguasai bola. namun, justru situasi inilah yang menunjukan bahwa strategi Antonio Conte berjalan.
Ya, dengan menambah sosok David Luiz di lini tengah, Tottenham menjadi kesulitan dalam upayanya menembus tembok pertahanan Chelsea. Dapat dilihat di grafik dibawah, bagaimana kesulitannya Tottenham dalam membongkar pertahanan Chelsea.
![]() |
| Grafik kehilangan bola Tottenham dalam laga Tottenham vs Chelsea. Sumber: WhoScored |
Dapat dilihat bahwa di laga ini Tottenham harus kehilangan bola sebanyak 20 kali akibat tekanan dari lini pertahanan Chelsea. Tak hanya itu, 15 dari 20 kali kehilangan bola yang dilakukan oleh para pemain Spurs terjadi di area pertahanan Chelsea. Itu artinya Chelsea memang sengaja tak ada niatan untuk menekan dan hanya menunggu di daerah pertahanannya sendiri.
![]() |
| Average player position Tottenham vs Chelsea. Sumber: WhoScored |
Di samping itu, dapat dilihat sendiri pada grafik diatas, bagaimana dekatnya jarak antar pemain, khususnya 3 pemain tengah Chelsea sepanjang pertandingan. Hal ini membuat ruang yang dimiliki oleh Eriksen dan Alli yang bertugas untuk menopang kane didepan semakin berkurang.
Adapun gol yang dicetak oleh Spurs juga berasal dari situasi bola mati yang salah diantisipasi oleh Michy Batshuayi dan bukanlah melalui skema penyerangan yang membongkar kokohnya tembok pertahanan Chelsea.
Berikutnya, Chelsea akan menghadapi Everton di Stamford Bridge pada minggu mendatang, sebelum adanya jeda Internasional di minggu setelahnya.



Comments
Post a Comment