Skip to main content

Drawing Liga Champions: Chelsea Masuk Grup Neraka(?)

Drawing babak grup Liga Champions musim 2017/2018 telah dilangsungkan Kamis (24/08/2017) pukul 23.00 WIB kemarin. Chelsea yang berada di Pot (Seed) 1 akan bergabung di grup C bersama dengan Atletico Madrid, AS Roma dan Qarabag.

Melihat hasil drawing ini, banyak yang menilai Chelsea cukup sial, pasalnya Chelsea masuk kedalam grup neraka karena akan bertemu tim-tim kuat. Selain grup C, sebenarnya ada grup neraka lainnya yaitu grup H dimana berisi Real Madrid, Borussia Dortmund, Tottenham dan APOEL.

Dibandingkan ketiga wakil Inggris lainnya (Man.United, Man. City dan Liverpool) bisa dibilang kedua wakli Inggris asal London ini memang masuk kedalam grup yang sulit. Namun apakah benar demikian? Mari kita simak bersama-sama.

Analisa Grup C

Pertama-tama, kami tidak ada niatan untuk merendahkan sesama kontestan Liga Champions musim ini, sehingga seluruh peserta Liga Champions dapat dibilang akan menjadi lawan yang cukup tangguh dan tidak dapat diremehkan oleh siapapun.

Di group C, Chelsea akan saling baku hantam dengan sesama tim papan atas yakni Ateltico dan AS Roma untuk memperebutkan 2 tiket lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, tanpa bermaksud merendahkan, namun Qarabag nampaknya hanya akan menjadi pelengkap di grup ini.

Begabung di grup C, banyak yang mengira Chelsea akan cukup kesulitan jika dilihat dari nama besar lawan-lawannya. Namun, sebenarnya ada beberapa hal positif yang bisa didapatkan pula oleh Chelsea. Yang pertama tentu masalah jarak travel yang tak terlalu jauh.

Bertemu dengan tim asal Spanyol dan Italia, maka Chelsea hanya akan terbang jauh ketika bertandang ke Azerbaijan, markas dari Qarabag. Selebihnya Chelsea hanya akan berpergian tidak terlalu jauh, sehingga kondisi kebugaran tak terlalu terkuras di perjalanan.

Selain itu, baik AS Roma maupun Atletico yang diperkirakan akan menjadi saingan utama Chelsea untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions, mengalami penurunan kekuatan tim di bursa transfer musim panas ini. 

Di kubu Atletico Madrid, tim mereka tak dapat memperkuat diri dikarenakan adanya sanksi larangan transfer pemain hingga Januari mendatang. Sehingga, materi pemain yang mereka miliki sama dengan tahun lalu, dan hal ini dapat dipelajari oleh tim-tim lawan untuk menyiapkan kontra strategi mengingat Atletico tak akan banyak melakukan perubahan strategi ataupun pemain.

Sebaliknya di kubu AS Roma, mereka kehilangan beberpa pemain penting mereka, seperti Moh. Salah (Liverpool), Szczesny (Juventus) hingga Antonio Rudiger (Chelsea). Tak hanya itu, AS Roma juga kehilangan pelatih mereka musim lalu, Spaletti yang memutuskan pindah ke Inter Milan.

Melihat 2 fakta diatas, Chelsea seharusnya tak akan terlalu kesulitan untuk mencuri angka dan mengamankan tiket lolos ke babak selanjutnya melihat materi pemain yang mereka miliki saat ini.

Namun bukan berarti Chelsea boleh jumawa atas lawan-lawannya di Grup C nanti. Terdapat juga 2 alasan mengapa Chelsea tetap harus berhati-hati akan tidak angkat koper lebih awal dari kompetisi Liga Champions musim ini.

Yang pertama, adalah catatan kurang baik yang dimiliki Conte di ajang UCL. Walaupun Conte mampu membawa timnya juara di kompetisi domestik, namun ketika berbica kompetisi Eropa, Antonio Conte memiliki rekor yang kurang baik.

Semenjak menangani Juventus, catatan terbaik yang pernah ditorehkan Conte hanyalah menembus babak perempat final Liga Champions. Bahkan pada musim 2013/2014, Juventus yanng ditangani Conte waktu itu tersingkir dibabak grup setelah kalah bersaing dengan Real Madrid dan Galatasaray dan harus finish diposisi ke 3.

Rekor tersebut tentulah kurang baik mengingat prestasi yang dicapai Conte di liga domestik. Hal ini tentu juga harus diwaspadai oleh Chelsea jika ingin melaju jauh di UCL 2017/2018.

Selain itu, kedalaman skuad yang minim juga dapat menghantui Chelsea ketika Liga Champions telah bergulir. Jika terdapat pemain yang menderita cedera tentu akan sangat merugikan Chelsea jika tidak memiliki pelapis yang sepadan.

Namun bagaimanapun Chelsea telah kembali ke kompetisi Eropa. Perjalanan panjang yang meleahkan tak dapat dihindari lagi. Chelsea akan kembali memulai upayanya untuk meraih tahta Liga Champions yang beberapa tahun terakhir didominasi oleh tim-tim Spanyol.


Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...