Chelsea yang bertekad meraih kemenangan di ajang Comunity Shield menghadapi Arsenal harus takluk ditangan Arsenal. Bertanding di stadion Wembley, Chelsea harus mengakui keunggulan rival sekotanya tersebut. Walaupun hasil dari laga ini ditentukan lewat drama adu penalty, namun nyatanya di lapangan permainan Arsenal jauh lebih baik dibanding Chelsea.
Chelsea yang turun dengan kekuatan terbaiknya (minus pemain yang cedera) tampil dibawah ekspetasi para fans. Arsenal sendiri hanya kurang di penyelesaian akhir dan komunikasi sehingga tak dapat memenangkan laga dalam 90 menit.
Analisa Pertandingan
Chelsea turun dengan skema yang tak asing lagi dalam laga ini. Ya, formasi 3-4-3 masih menjadi andalan dari Antonio Conte untuk melawan Arsenal. Bedanya, hanya dalam komposisi pemain dimana 2 sumber gol mereka pada tahun lalu, yaitu Eden Hazard dan Diego Costa tak bermain di laga ini.
Arsenal sendiri tampil tanpa punggawa terbaiknya. Tercatat, nama-nama seperti Sanchez, Ozil hingga Konscielny tak ada dalam starting line-up maupun di bench. Di laga ini sendiri Arsenal juga menggunakan formasi dasar yang sama dengan Chelsea yakni 3-4-3.
Sepanjang jalannya laga kedua tim bermain cukup terbuka. Kedua kesebelasan sama-sama memiliki momen dimana mereka mampu menguasai bola dan menekan lawannya. Namun hingga babak 1 usai skor tetap imbang tanpa gol.
Dibabak kedua Chelsea yang mampu unggul cepat justru harus menelan pil pahit menjelang laga usai dikarenakan kartu merah yang diterima Pedro ditambah kebobolan melalui skema tendangan bebas, sehingga laga berlanjut hingga ke ajang adu penalty yang akhirnya dimenangkan Arsenal.
Sepanjang laga dapat dilihat pada gambar dibawah, Chelsea sangat sedikit dalam menciptakan umpan kunci. Dibandingkan dengan Arsenal yang menciptakan setidaknya 10 key pass, Chelsea hanya setengahnya.
![]() |
| Chelsea key-pass vs Arsenal. Sumber: WhoScored |
Selain itu, pemain yang seharusnya menjadi tumpuan dalam kreativitas serangan Chelsea yakni, Cesc Fabregas malah tidak melepaskan satupun umpan kunci dari 65 umpan yang dilepaskannya.
Hal ini disebabkan karena dengan ketidakhadiran Eden Hazard, maka sisi kreatif dari permainan Chelsea hanya tinggal bertumpu kepada Fabregas dan Willian. Namun, dalam hal penciptaan peluang dari sisi sayap, Willian tidaklah sekreatif Eden Hazard.
Ditambah lagi, semenjak tidak adanya Nemanja Matic, maka Fabregas juga harus lebih banyak membantu dalam situasi bertahan sehingga sisi kretifnya menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan serangan Chelsea terlihat monoton dan mudah untuk diantisipasi oleh bek-bek lawan.
Dengan masih absennya Hazard, maka Chelsea harus mencari cara agar Fabregas lebih leluasa dalam menyerang tanpa membuat lini pertahanan menjadi mudah ditembus. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan skema 3-5-2 dengan menduetkan Kante dengan pemain lain yang bertipe sedikit bertahan.
Namun, Bakayoko yang disiapkan menjadi pengganti Matic juga masih cedera sehingga sulit bagi Chelsea untuk bermain dengan 3 pemain di lini tengah. Dengan waktu yang semakin singkat sebelum mulainya Premier League musim 2017/2018, Conte harus segera menemukan solusi atas macetnya lini serang Chelsea.


Comments
Post a Comment