Mourinho akhirnya berhasil membalaskan dendamnya kepada Conte dan bekas anak asuhnya di Chelsea. Minggu (16/04) malam waktu Indonesia, Chelsea harus mengakui kekalahan 2-0 atas tuan rumah Man. United.
Kekalahan dalam pekan ke 33 ini pun sekaligus membuat selisih jarak Chelsea dari Tottenham yang berada di peringkat 2 "hanya" menyisakan 4 poin saja. Chelsea masih memerlukan 15 poin dari 6 laga sisa agar dapat menjadi juara.
Kekalahan dalam pekan ke 33 ini pun sekaligus membuat selisih jarak Chelsea dari Tottenham yang berada di peringkat 2 "hanya" menyisakan 4 poin saja. Chelsea masih memerlukan 15 poin dari 6 laga sisa agar dapat menjadi juara.
Analisis Pertandingan
Dalam laga yang berlangsung di Old Trafford ini Chelsea tidak dapat tampil dengan kekuatan terbaik mereka. Beberapa jam sebelum pertandingan di mulai, Chelsea dikabarkan tidak dapat diperkuat Courtois yang menderita cedera ankle dan terbukti Courtois tidak dimainkan dalam laga ini.
Apesnya lagi, beberapa saat sebelum kick off, wing back andalan mereka Marcos Alonso juga dikabarkan tidak dapat bermain sehingga posisinya digantikan oleh Zouma dan menggeser Azpilicueta ke posisi wing back.
Dikubu tuan rumah, MU melakukan beberapa rotasi khususnya di lini depan dimana Ibrahimovic dan Mkhitaryan tidak dimainkan dan digantikan posisinya oleh Rashford dan Lingard.
![]() |
| Line-up MU vs Chelsea. Sumber: WhoScored |
Dalam laga ini ada strategi yang unik dari Mourinho unntuk mematikan serangan-serangan berbahaya yang dilakukan oleh Chelsea. Iya, dalam laga ini Mou melakukan miroring taktik dari Conte serta memberikan instruksi khusus untuk para pemainnya demi mematikan pergerakan pemain-pemain Chelsea.
Jika dilihat dalam pertandingan tersebut, Herera diberi tugas khusus untuk mengawal Hazard, begitu juga dengan Darmian yang juga terus mengikuti Pedro. Hasilnya, Chelsea cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan. Terlebih dengan tidak adanya Fabegas di lini tengah membuat pemain kreatif Chelsea hanya ada di Pedro dan Hazard.
Conte yang lebih memilih untuk memainkan Matic dibanding Fabregas untuk mengantisipasi bola udara dari Man. United malah membuat Chelsea kesulitan dalam mambangun serangan. Namun, dimainkannya Matic pun tidak memberikan hasil maksimal dalam memenangkan duel udara.
![]() |
| Statistik duel udara Chelsea. Hijau: Sukses, Orange: Gagal |
Tercatat Matic hanya berduel 1 kali saja dalam duel udara dan itu pun dia kalah dalam berduel. Dalam kinerja 1 tim pun Chelsea hanya mampu memenangkan duel udara 6 kali dari 14 kali percobaan. Artinya tujuan awal Conte untuk memenangakn perebutan bola juga gagal terlaksana dengan baik.
Lalu dimasukkannya Fabregas dibabak keduapun juga kurang maksimal karena para pemain MU sudah memilih untuk bertahan sehingga ruang yang dapat dieksplotasi pun semakin berkurang.
Hasil ini pun membuat perburuan titel juara Premier League semakin terbuka. Berikutnya Chelsea akan berhadapan dengan Tottenham di babak semifinal piala FA untuk memperebutkan jatah tiket ke final FA Cup.


Comments
Post a Comment