Kejutan terjadi pada lanjutan pekan ke 30 Premier League, Sabtu (01/04/2016) lalu. Chelsea, sebagai kandidat kuat juara liga inggris musim ini harus takluk dari tamunya C. Palace yang berada sementara di papan bawah liga inggris.
Kekalahan ini pun memutus rekor baik Chelsea selama bermain di Stamford Bridge musim ini. Tercatat sejak kalah dari Liverpool pada September lalu, Chelsea tak sekalipun kehilangan angka selama bermain di kandangnya tersebut.
Dengan menangnya Tottenham atas Burnley juga memperkecil selisih angka menjadi "hanya" 7 poin dari peringkat 2 dan semakin memanaskan persaingan dalam menjadi juara Premier League musim ini.
Kekalahan ini pun memutus rekor baik Chelsea selama bermain di Stamford Bridge musim ini. Tercatat sejak kalah dari Liverpool pada September lalu, Chelsea tak sekalipun kehilangan angka selama bermain di kandangnya tersebut.
Dengan menangnya Tottenham atas Burnley juga memperkecil selisih angka menjadi "hanya" 7 poin dari peringkat 2 dan semakin memanaskan persaingan dalam menjadi juara Premier League musim ini.
Analisa Pertandingan
Dalam laga ini Chelsea turun menggunakan formasi andalan mereka yaitu 3-4-3, namun tanpa hadirnya Moses karena cedera maka Pedro pun diubah posisinya menjadi wing-back kanan dan posisi yang biasa ia tempati digantikan oleh Fabregas.
Dikubu tim tamu, C. Palace mampu turun dengan skuad terbaiknya yang mengantarkan mereka untuk meraih kemenangan dalam 3 laga sebelumnya. Menggunakan formasi dasar 4-1-4-1 dengan Benteke dipasang menjadi striker tunggal didepan.
Chelsea pun tak perlu menunggu lama untuk menciptakan gol pembuka. Berawal dari umpan panjang yang dilepaskan oleh Cesc Fabregas dari lini tengah, bola yang diterima oleh Hazard di sisi kanan pertahanan C. Palace teresebut digiringnya ke dalam kotak penalty yang lalu diselesaikan dengan baik oleh Fabregas untuk merubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Chelsea.
Namun keunggulan Chelsea hanya bertahan sebentar saja setelah Zaha mampu menyamakan kedudukan. Bahkan tak lama berselang C. Palace mampu membalikkan keadaan melalui gol Benteke memanfaatkan skema serangan balik yang cepat.
Setelah tertinggal, praktis pertandingan dikuasai oleh Chelsea sepenuhnya. Bahkan semenjak gol kedua, Crystal Palace hanya mampu melakukan 1 shoot on target yang dilakukan leh Zaha pada babak 2 yang masih mampu digagalkan oleh Courtois.
Namun upaya demi upaya yang dilakukan Chelsea seolah menabarak batu karang yang sangat sulit untuk ditembus, yaitu M. Sakho. Iya, dalam laga ini pemain Liverpool yang sedang dipinjamkan itu bermain gemilang. Total Sakho melakukan 9 sapuan bola, 5 intersep, 1 blok tendangan serta, 1 tackles. Penampilan gemilangnya lah yang mampu menjauhkan Palace dari ancaman-ancaman serangan Chelsea.
Namun, tidak hanya penampilan gemilang dari Sakholah penyebab utama gagalnya Chelsea dalam membalikkan keadaan di laga kali ini.
Dalam laga ini penyelesaian akhir Chelsea sangatlah buruk. Semenjak gol kedua dari C. Palace, Chelsea melepaskan 22 tembakan ke gawan C. Palace dengan sekitar 14 tembakan berasal dar dalam kotak penalty. Lebih parahnya lagi, dari 14 tembakan yang dilakukan di jantung pertahanan Palace, hampir setengahnya adalah on target.
Bisa dikatakan (diluar penampilan gemilang dari Hennesey) kemampuan Chelsea dalam mencetak gol sangatlah kurang atau bahkan dapat dibilang cukup buruk. Hal ini tentu haruslah menjadi salah satu hal yang mesti dibenahi oleh Conte disamping menurunnya kemampuan bertahan Chelsea.
Selepas laga ini, Chelsea akan menjamu Man. City di Stamford Bridge pada Kamis dini hari. Laga ini tentu menjadi laga krusial mengingat jarak dengan Tottenham yang berada di peringkat ke 2 "tinggal" 7 angka saja.



Comments
Post a Comment