Skip to main content

Antonio Conte Menangkan Duel Adu Taktik

Pertandingan menarik tersaji pada pekan 31 Premier League Kamis (06/04) dini hari. Dua jago taktik yaitu Antonio Conte dan Pep Guardiola dipertemukan dalam laga Chelsea vs Man. City di Stamford Bridge.

Chelsea yang pada pertemuan pertama sanggup meraih 3 angka berusaha untuk mengulangi hasil yang sama, terlebih mereka baru saja menerima kekalahan mengejutkan atas C. Palace, pada pekan 30 lalu. Di kubu tamu, Man. City berusaha untuk memperbaiki peforma mereka yang hanya meraih hasil imbang dalam 3 laga terakhir mereka di ajang liga inggris. 

Laga yang berlangsung terbuka ini (terdapat sekitar 27 tembakan pada laga ini) akhirnya dimenangi kembali oleh Antonio Conte dengan skor 2-1. Dengan kemenangan ini, Chelsea menjaga jarak dari Tottenham di peringkat ke 2 dengan selisih 7 poin.

Analisis Pertandingan

Dalam laga ini, duel strategi sudah nampak dalam susunan pemain yang diturunkan oleh kedua kesebelasan. Di kubu Chelsea, Conte tetap menggunakan formasi andalannya yaitu 3-4-3 dengan Zouma dipasang di posisi bek tengah, Azpilicueta ditaruh di posisi wing-back kanan dan Pedro didorong lagi ke depan. Sedangkan duet Fabregas-Kante dipasang kembali seperti pada pertemuan pertama Desember lalu.

Sedangkan tim tamu menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Navas dipasang kembali pada bek kanan dan duet Delph-Fernandinho dipasang sebagai double pivot untuk menjaga keseimbangan di lini tengah. Untuk lini depan, City kembali mengandalkan Sane-Aguero-De Bruyne untuk menggedor gawang Chelsea dengan Silva sebagai motor serangan.

Awalnya laga kedua tim berusaha untuk melakukan pressing tinggi ke lawannya masing-masing, namun keberhasilan Chelsea melewati pressing City membuat mereka mampu mencetak gol pembuka setelah pergerakan Hazard tidak diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan City.

Setelah unggul, Chelsea memilih untuk turun ke lini pertahanan dan lebih bermain lebih bertahan dengan sesekali melakukan serangan balik. Alhasil, City pun mampu menguasai lini tengah, namun sayangnya masih kesulitan untuk mencetak gol. Terbukti dari tendangan-tendangan yang dilakukan City hanya berasal dari luar kotak penalty semua. 

Shoot yang dilakukan City sebelum terciptanya gol penyama kedudukan
Namun kesalahan umpan yang dilakukan Courtois membuat Chelsea mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Aguero. Tapi Chelsea kembali mampu meraih keunggulan setelah Hazard sukses mencetak gol keduanya pada laga kali ini.

Pada babak kedua Conte memasukan Matic untuk memperkuat lini tengah menggantikan Zouma. Hal ini dikarenakan pada babak 1 lini tengah Chelsea benar-benar kerepotan dalam menghadapi lini tengah City. Terbukti pada babak 2 City tidak dapat lagi meneksploitasi lini tengah Chelsea.
Chances Created dari City pada laga lawan Chelsea. Atas: Babak 1, Bawah: Babak 2
Akibatnya, City dipaksa untuk melakukan serangan dari sayap. Namun efektifitas dari uman crossing City tidak terlalu membahayakan kecuali ketika mendapatkan tendangan penjuru dimana Stones dan Kompany cukup mampu membahayakan gawang Courtois.

Pergantian pemain yang dilakukan Guardiola pun berusaha untuk mempertajam serangan di sayap dengan dimasukkannya Sterling dan Nolito untuk menggantikan De Bruyne dan Sane yang sudah cukup menurun. Namun, Chelsea nampaknya sudah siap dalam menghadapai serangan sayap City sehingga membuat City tak mampu mencetak gol penyama sehingga skor tetap bertahan 2-1.
Catatan crossing City pada laga melawan Chelsea

Dengan kemenangan ini, Conte menjadi pelatih pertama yang mampu mengalahkan Guardiola dalam partai home-away dalam 1 musim. Namun, masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi Chelsea terutama mengenai lini pertahanan yang gagal meraih cleansheet dalam 8 laga terakhir di liga inggris.

Berikutnya Chelsea kan bertamu kekandang Bournemouth yang sedang dalam peforma terbaiknya. Terakhir, Bournemouth mampu menahan imbang Liverpool 2-2 walaupun bermain away.

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...