Chelsea berhasil meraih kemenangan pada pekan ke 27 Premier League. Bertandang ke Stadium London, Chelsea sukses mencuri 3 angka dari West Ham. Dalam laga ini Chelsea sebenarnya bermain kurang maksimal. Namun, disamping keberhasilannya meraih angka penuh, terdapat hal yang menarik dalam laga ini.
Dalam laga melawan West Ham, tampak peran baru yang diberikan oleh Conte kepada Cesc Fabregas. Hal ini terutama tampak pada babak kedua setelah dimasukkannya Nemanja Matic menggantikan Pedro Rodriguez.
Pada gambar 1 menunjukan grafik operan yang dilakukan Cesc Fabregas mulai dari babak pertama hingga dimasukannya Matic. Sedangkan pada gambar 2, menunjukan grafik operan yang dilakukan Fabregas semenjak dimasukannya Matic. Pada laga melawan West Ham, dimasukannya Matic tidak hanya merubah formasi dasar Chelsea yang semula 3-4-3 menjadi 3-5-2. Namun pada laga melawan West Ham kemarin juga memunculkan perubahan peran yang dijalankan Fabregas.
Dari hal diatas, kemungkinan Conte sedang berusaha mencari cara agar tetap dapat memainkan Fabregas dalam susunan formasi andalannya. Dalam hal ini, nampaknya Conte ingin membuat Fabregas bermain layaknya Pirlo dalam formasi 3-5-2. Seperti yang kita ketahui, dalam eranya di Juventus, Conte kerap memainkan formasi 3-5-2 dengan trio Marchisio - Pirlo - Vidal di lini tengah. Bukan tidak mungkin Conte juga ingin mengembangkan formasi 3-5-2 di Chelsea dengan Matic - Fabregas - Kante sebagai motor di lini tengah. Terlebih Conte tentu sudah tidak asing dengan formasi tersebut. Di sisi lain, Conte juga terkenal sebagai pelatih yang doyan untuk memiliki strategi dan formasi cadangan yang bisa dijadikan alternatif ketika Chelsea sedang mengalami kebuntuan.
Terlepas benar tidaknya, namun jika Conte dapat membuat Fabregas sebagai Pirlo-nya Chelsea, tentu akan semakin membuat Chelsea semakin disegani oleh lawan-lawannya.
Dalam laga melawan West Ham, tampak peran baru yang diberikan oleh Conte kepada Cesc Fabregas. Hal ini terutama tampak pada babak kedua setelah dimasukkannya Nemanja Matic menggantikan Pedro Rodriguez.
![]() |
| Gambar 1 |
![]() |
| Gambar 2 |
Pada saat masih bermain dengan 3-4-3, Fabregas lebih bermain menyerang, terlihat dari grafik operan (Gambar 1) dimana dominan berada di daerah pertahanan lawan. Namun begitu formasi berubah menjadi 3-5-2, Fabregas justru lebih bermain lebih dalam dan hanya sesekali membantu penyerangan.
Dari hal diatas, kemungkinan Conte sedang berusaha mencari cara agar tetap dapat memainkan Fabregas dalam susunan formasi andalannya. Dalam hal ini, nampaknya Conte ingin membuat Fabregas bermain layaknya Pirlo dalam formasi 3-5-2. Seperti yang kita ketahui, dalam eranya di Juventus, Conte kerap memainkan formasi 3-5-2 dengan trio Marchisio - Pirlo - Vidal di lini tengah. Bukan tidak mungkin Conte juga ingin mengembangkan formasi 3-5-2 di Chelsea dengan Matic - Fabregas - Kante sebagai motor di lini tengah. Terlebih Conte tentu sudah tidak asing dengan formasi tersebut. Di sisi lain, Conte juga terkenal sebagai pelatih yang doyan untuk memiliki strategi dan formasi cadangan yang bisa dijadikan alternatif ketika Chelsea sedang mengalami kebuntuan.
Terlepas benar tidaknya, namun jika Conte dapat membuat Fabregas sebagai Pirlo-nya Chelsea, tentu akan semakin membuat Chelsea semakin disegani oleh lawan-lawannya.


Comments
Post a Comment