Skip to main content

Menjawab Mitos Mengenai Syarat Menjadi Juara

Menjelang berakhirnya musim 2016/2017 Premier League, muncul pertanyaan-pertanyaan unuk mengenai syarat yang benar-benar diperlukan agar dapat menjuarai Premier League. Mulai dari harus memiliki pertahanan terbaik, atau pun penyerangan terbaik hingga harus memiliki pemain yang mampu mencetak 20 gol dalam semusim.

Berdasarkan banyaknya mitos yang sering dibicarakan antar suporter, kami akan mencoba mencari kebenaran-kebenaran dari mitos-mitos tersebut. 


"Untuk menjadi juara Premier League, harus..."

Menjadi klub dengan penyerangan terbaik

Mitos ini sudah menjadi salah satu faktor yang dibicarakan mengenai calon juara Premier League. Jika ingin juara maka suatu klub haruslah menjadi klub dengan daya serang terbaik diliga. Dilihat dari sejarah bergulirnya Premier League (sejak 1992/1993) ternyata hanya 15 tim dari total 24 tim yang menjadi juara dengan status sebagai klub dengan penyerangan terbaik, artinya hanya sekitar 62,5% saja. 

Menjadi klub dengan pertahanan terbaik

Mitos ini juga tidaklah sepenuhnya benar, malah rasio klub juara dengan pertahanan terbaik "hanya" sekitar 42% atau cuma 10 tim dari 24 tim juara. Bagaimana dengan catatan cleansheet tertinggi? Rasionya malah lebih kecil lagi, yaitu hanya 7 klub dari 24 tim juara atau sekitar 29,1% saja. Jadi mitos ini ternyata tak sepenuhnya benar.

Memiliki pemain yang mampu mencetak lebih dari 20 gol

Mitos ini juga kembali tidak dapat dijadikan syarat yang benar-benar diperlukan. Faktanya hanya 13 dari 24 klub juara Premier League dimana mereka memiliki pemain yang mampu mencetak lebih dari 20 gol atau sekitar 54,1% saja. Sebagai suporter Chelsea pun tentu tak akan lupa akan gelar juara musim 2004/2005 yang dimana pada saat itu top skor Chelsea adalah Frank Lampard yang "cuma" mencetak 13 gol saja.

Mampu mengalahkan klub pesaing juara (top 4)

Mitos ini sering dijadikan syarat utama agar suatu klub bisa menjadi juara. Walaupun poin yang diraih tetap 3 poin, namun sering dinilai sebagi kemenangan 6 poin. Dilihat dari sejarah, mitos ini terbukti memang cukup mendukung suatu klub agar dapat menjadi juara. Secara hitungan, suatu klub jika ingin menjadi juara harus mampu meraih setidaknya 10,1 poin dari maksimal 18 poin melawan klub-klub yang berposisi dii peringkat 2-4. Namun, hal ini tetaplah tidak dapat dijadikan syarat mutlak, karena sejak musim 2006/2007 tidak ada klub juara yang berhasil mendapatkan poin maksimal dalam melawan tim-tim top 4. Tertinggi dipegang oleh Man. City (2011/2012) dan Chelsea (2009/2010) yaitu 15 poin dari 18 poin maksimal. 

Mengeluarkan uang paling banyak di bursa transfer

Mitos ini juga sering digunakan sebagai rujukan atas kesuksesan klub dalam menjadi juara. Namun, dalam 1 dekade terakhir terbukti hanya 1 klub sajalah yang mampu menjadi juara setelah "jor-joran" pada bursa transfer, yaitu Man. City pada musim 2013/2014. Musim ini juga dapat dijadikan sebagai rujukan mengapa mitos ini kurang akurat. Pada musim ini MU dan Man. City merupakan 2 tim dengan pengeluaran paling banyak dibanding klub lain di Premier League. Namun, nyatanya kedua klub tersebut masih jauh dari posisi puncak Premier League.

Memiliki gabungan dari pemain muda dan berpengalaman

Nampaknya mitos inilah yang dapat dijadikan salah satu syarat yang harus dipenuhi agar mampu menjadi tim juara dalam Premier League. Rata-rata usia setiap klub yang menjadi juara pada Premier League adalah 26,7. Rataan umur tersebut merupakan "tertua" ke 11 dalam 24 tahun berjalannya Premier League. Jadi gabungan antara skuad dengan pemain muda penuh energi serta pemain dengan banyak pengalaman merupakan salah satu syarat yang harus diiliki oleh tim yang ingin menjadi juara di liga inggris.

Sumber: Sky Sports

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...