Skip to main content

Laporan Pertandingan: Stoke City 1-2 Chelsea

Sabtu (18/03/2017) kemarin menjadi penenda berlangsungnya Gameweek ke 29 di Premier League. Chelsea sebagai pemuncak klasmen sementara liga Inggris harus bertamu ke kandang dari Stoke City. Sebelum mulainya laga sudah muncul isu-isu bahwa Eden Hazard tidak dibawa dalam lawatan Chelsea ke Stoke pekan ini dikarenakan menderita cedera dalam sesi latihan. Dan benar saja, Chelsea harus kehilangan salah satu pemain pentingnya dalam lawatannya kali ini. Namun absennya Hazard tidak berpengaruh dalam hasil akhir yang diraih oleh Chelsea pada laga kali ini. Lewat pertarungan sengit akhirnya Chelsea mampu pulang dengan 3 angka setelah mengalahkan sang tuan rumah 1-2.


Jalannya Pertandingan

Dalam laga ini, tanpa adanya Eden Hazard, dipililihlah Willian kedalam lineup utama Chelsea. Sedangkan untuk lini tengah kembali diturunkan duet Kante-Matic. Selebihnya skuad yang diturunkan sama seperti laga-laga sebelumnya. 

Sedangkan Stoke City juga kehilangan salah satu pemain pilarnya, yaitu Xherdan Shaqiri karena menderita cedera. Untuk lini depan, Stoke memberikan kepercayaan pada duet Walters-Berahino sebagai ujung tombak dalam menyerang Chelsea.

Awal jalannya laga Chelsea bermain dengan tempo yang cukup lambat, sehingga banyak serangan-serangan Chelsea yang mampu dipatahkan oleh Stoke City. Sedangkan Stoke bermain lebih agresif dalam upaya merebut bola serta melakukan serangan-serangan counter attack yang cukup merepotkan lini pertahanan Chelsea. Namun, karena kerja sama yang kurang baik, serangan-serangan yang dibangun oleh anak-anak asuhan Mark Hughes ini banyak yang terbuang dengan sia-sia.

Barulah pada menit ke 13, Chelsea sukses mencetak gol terlebih dahulu. Adalah Willian yang sukses menipu kiper Stoke City, Lee Grant, melalui eksekusi tendangan bebas dari samping pertahanan Stoke City. 

Tertinggal 0-1, Stoke berusaha tampil lebih berani menyerang. Melului tendangan sepak pojok dari Arnautovic, bola disundul oleh Shawcross ke dalam kotak penalty Chelsea, lalu disambar oleh Martins Indi hingga menjebol gawang Chelsea. Namun gol ini dianulir karena Berahino dianggap melanggar Azpilicueta yang sedang berusaha menghalau bola hasil sundulan Shawcross.

Barulah pada menit ke 37, Stoke sukses menciptakan gol penyama kedudukan. Berawal dari tendangan bebas yang diambil oleh , bola yang dikirimkan kedalam kotak penalty Chelsea sukses diamankan oleh Thibout Courtois, namun menurut wasit A. Taylor, Cahill dianggap melanggar Walters terlebih dahulu sebelum bola diamankan oleh Courtois, sehingga Stoke mendapatkan hadiah tendangan penalty. Walters yang ditunjuk sebagai sang eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hingga akhir babak pertama skor teteap sama kuat 1-1.

Pada awal babak kedua, Chelsea mulai menaikan tempo permainan. Hasilnya, Chelsea mulai mampu mendominasi pertandingan. Beberapa peluang mampu diciptakan, salah satunya melalui tendangan bebas dari Marcos Alonso yang masih membentur mistar gawang dari Lee Grant.

Cukup kesulitan dalam membuka pertahanan dari Stoke, Conte melakukan beberapa perubahan agar mampu lebih menyerang. Moses digantikan oleh Fabregas serta Matic diganti oleh Loftus-Cheek. Hasilnya menjelang berakhirnya pertandingan, melalui tendangan pojok yang diambil oleh Cesc Fabregas, bola yang disundul oleh David Luiz berusaha dibuang oleh Pieters, namun karena clearence yang dilakukan tidak sempurna, bola jatuh dihadapan Gary Cahill yang dengan baik diselesaikan olehnya.

Tertinggal, Stoke berusaha untuk tampil lebih terbuka. Namun, hingga pertandingan usai, Stoke tetap gagal mencetak gol penyama kedudukan sehingga pertandingan berakhir untuk kemenangan Chelsea. Dengan kemenangan ini, Chelsea semakin mendekatkan diri ketangga juara Premier League musim ini.

Match Stats:
Statistik Pertandingan Stoke vs Chelsea (Source:WhoScored)

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...