Chelsea menjalani pekan yang berat dalam satu minggu terakhir ini. Setelah harus melakoni partai away ke Azerbaijan di ajang Liga Champions, Chelsea hanya memiliki waktu persiapan efektif selama satu hari saja sebelum laga away menghadapi Liverpool pada Minggu (26/11) dini hari.
Hasilnya, Chelsea yang melakukan sejumlah rotasi harus puas berbagi angka satu dengan sang tuan rumah setelah laga berkesudahan dengan skor sama kuat, 1-1. Hasil ini membuat Chelsea tertahan di peringkat ketiga dan membuat peluang juara semakin menipis.
Analisa Pertandingan
Pada laga yang berlangsung di Anfield, markas dari Liverpool, Antonio Conte, pelatih Chelsea, kembali menerapkan formasi 3-5-2. Adapun perbedaan mendasar adalah dengan dimainkannya Danny Drinkwater menggantikan posisi dari Fabegas untuk menemani Kante dan Bakayoko di lini tengah.
Akibat dari pergantian ini membuat Chelsea cukup kesulitan ketika berupaya membangun serangan. Ditambah pada laga ini Bakayoko tampil dibawah standar yang membuat dirinya jadi sasaran kritik para suporter Chelsea.
Sebenarnya upaya Conte memainkan Drinkwater menggantkan posisi Fabregas adalah upaya dari Chelsea untuk mematikan peran dari Coutinho pada laga ini. Bermain di posisi yang akan saling bertemu, Drinkwater yang memiliki kemampuan bertahan lebih baik mampu mematikan pergerakkan Coutinho pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, Drinkwater yang menjalani penampilan pertamanya sebagi starter di ajang Liga Inggris sudah mulai kelelahan. Apalagi dirinya bermain cukup aktif dalam membantu ketika Chelsea melakukan serangan. Sehingga Chelsea pun kecolongan melalui serangan yang dimulai dari sisi yang ditempatinya.
Hal serupa sebenarnya juga berlaku untuk Bakayoko yang dipasang untuk membantu Cahill ataupun Alonso dalam mematikan pergerakkan dari M. Salah. Namun berbeda dari Drinkwater yang cukup sukses dalam mematikan Coutinho, Bakayoko justru malah kerepotan menjaga Salah.
Dapat dilihat pada 2 grafik dibawah ini, merupakan perbandingan antara Coutinho dan M. Salah pada babak pertama. Dapat dilihat dengan jelas betapa berbedanya penampilan yang ditunjukan oleh kedua pemain tersebut sepanjang babak pertama.
![]() |
| Statistik babak pertama M. Salah vs Chelsea. Sumber: WhoScored |
![]() |
| Statistik babak pertama Coutinho vs Chelsea. Sumber: WhoScored |
Coutinho tercatat tidak mampu melakukan 1 pun percobaan dribble, tembakan ataupun umpan kunci sepanjang jalannya babak pertama. Hal berbeda nampak pada statistik M. Salah yang tercatat mampu melepaskan 4 tembakan, 1 umpan kunci serta 4 percobaan dribble.
Melihat hal diatas (disamping faktor tidak dimainkannya Firmio dan Mane), maka Chelsea sebenarnya cukup mampu dalam menahan serangan Liverpool pada laga ini. Namun karena kebobolan, Chelsea pun yang berusaha tampil lebih menyerang dengan mamainkan Fabregas, Pedro dan Willian akhirnya sukses mencetak gol penyeimbang.
Hasil laga ini juga cukup adil dimana kedua kesebelasan mampu menunjukan pertandingan yang seimbang dan menarik. Berikutnya, Chelsea akan menjamu Swansea di Stamford Bridge pada Kamis dini hari mendatang.



Comments
Post a Comment