Skip to main content

Tampil Biasa Saja, Chelsea Tetap Menang

Chelsea sukses kembali ke jalur kemenangan. Usai pada pekan lalu sempat ditahan imbang oleh Liverpool 1-1 di Anfield, Chelsea yang menjamu Swansea City pada pekan 14 Premier League, Kamis (30/11) dini hari, sukses mengamankan 3 poin poin penuh usai menang dengan skor tipis 1-0.

Gol semata wayang dari Antonio Rudiger lah yang menjadi pembeda di laga yang berlangsung di Stamford Bridge ini. Namun hasil ini sudah cukup untuk mengamankan posisi Chelsea di posisi ketiga klasmen sementara, unggul 5 angka dari Spurs yang ada di peringkat ketujuh.

Analisa Pertandingan

Dalam pertandingan ini, Chelsea melakukan beberapa rotasi untuk menjaga kondisi pemainnya dalam menghadapi jadwal yang cukup padat. Eden Hazard menjadi salah satu nama pemain kunci yang disimpan oleh Antonio Conte dilaga ini.

Ketiadaan Hazard cukup berpengaruh di laga kali ini. Alvaro Morata yang menjadi ujung tombak cukup kesulitan dalam bekerja sama dengan para pemain dibelakangnya, tertama dengan Pedro. Beberapa kali keduanya terlihat masih sering salah pengertian.

Namun beruntungnya Chelsea bahwa lawan yang dihadapi kali ini hanyalah sekelas Swansea City. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Swansea, namun Swansea sedang dalam tren yang cukup buruk di beberapa laga terakhir. Ditambah dengan absennya Tammy Abraham membuat Swansea tak mampu berbuat banyak, terutama saat menyerang.

Tercatat Swansea baru mampu melepaskan tembakan ke arah Chelsea pada menit ke 66 pertandingan atau 12 menit selepas Antonio Rudiger mencetak gol untuk Chelsea di laga ini. Hal tersebut jelas menunjukan betapa kesulitannya Swansea dalam membangun serangan.
Heatmap Chelsea (Kiri) vs Swansea (Kanan). Sumber: WhoScored.
Dapat dilihat pada heatmap diatas, Swansea hampir tidak pernah menyentuh area kotak penalty Chelsea. Bahkan pelatih Swansea, paul Clement, juga mengakui bahwa anak asuhnya hanya baru mampu menekan Chelsea di 10 menit terakhir jelang laga usai.

Namun disamping itu, dapat dilihat juga bahwa absennya Hazard cukup berpengaruh bagi Chelsea. Disamping penampilan apik dari Fabianski yang mampu tampil cukup gemiling di laga ini, namun Chelsea terkesan "buntu" ketika berupaya menyerang Swansea.

Terutama di babak pertama, Chelsea cenderung lambat ketika membangun serangan, sehingga Swansea cukup mudah dalam mengagalkan serangan yang berusaha dibangun Chelsea.
Grafik sapuan Swansea pada babak 1.
Sumber: WhoScored.
Dapat dilihat pada grafik sapuan yang dilakukan Swansea sepanjang babak pertama diatas. Tercatat Swansea melakukan 42 sapuan bola dilaga kali ini dengan 26 terjadi pada babak pertama. 

Barulah pada babak kedua Chelsea mampu mencetak gol kemenangan dan mengamankan laga ini. Berikutnya Chelsea akan menjamu Newcastle pada Sabtu (2/12) besok dalam lanjutan pekan 15 Premier League. 

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...