Skip to main content

Efektivitas Chelsea dan Blunder dari Wagner

Pekan pembuka Premier League telah digelar pada akhir pekan lalu. Chelsea yang hanya mampu finnish di posisi kelima klasmen pada musim lalu berambisi memperbaiki peringkat mereka dibawah nahkoda anyar mereka, Maurizio Sarri.


Bertandang ke markas Huddersfield, Chelsea yang belum sepenuhnya siap nyatanya sukses menampilkan permainan yang cukup menjanjikan dan mampu meraih 3 poin penuh setelah sukses menang telak dengan tiga gol tanpa balas.

Analisa Pertandingan

Sebelum laga dimulai, Maurizoi Sarri telah mengatakan kepada para fans Chelsea bahwa diriny amasih memerlukan sekitar 3 bulan sebelum para pemainnya benar-benar mampu menerapkan taktik permainannya.

Dan pada laga ini, terutama pada babak pertama, cukup nampak bahwa Chelsea masih memerlukan sedikit waktu untuk mampu benar-benar menjalankan skema menyerang yang dimiliki Sarri.

Jika melihat secara skor, tentu banyak yang bilang bagi Chelsea mampu memenangi laga dengan cukup mudah. Namun jika melihat performa keseluruhan di babak pertama, Chelsea sebenarnya hanya "beruntung" untuk dapat unggul 2 gol.

Pressing tinggi yang diterapkan oleh Huddersfield menyulitkan Chelsea yang berusaha membangun serangan dari bawah. Tak hanya itu, pergerakan liar yang dilakukan oleh Pritchard kerap kali menyulitkan David Luiz dan Antonio Rudiger yang dipercaya tampil mengawal lini belakang Chelsea.

Namun efektivitas yang dimiliki Chelsealha yang menjadi pembeda pada babak pertama ini. Meskipun sering menekan, namun Huddersfield tak mampu membobol gawang Chelsea yang dikawal Oleh Kepa Arrizabalaga. Tercatat satu-satunya peluang berbahaya mereka dihasilkan oleh Mounie yang sundulannya hanya membentur tiang gawang dari Chelsea.

Berbeda dengan Huddersfield, Chelsea justru mampu memanfaatkan dengan betul peluang yang mereka dapatkan untuk mencetak gol. Gol pertama Chelsea yang berasal dari Kante justru merupakan tembakan on target pertama mereka di laga ini.

Begitu pula dengan gol kedua yang dicetak oleh Jorginho melalui eksekusi tendangan penalty, yang merupakan tembakan kedua on target Chelsea di laga ini. Dapat dilihat dibawah, sepanjang babak pertama Chelsea tercatat melakukan 3 tembakan, dengan 2 diantaranya menjadi gol.
Statistik tembakan Huddersfield - Chelsea.
Sumber:WhoScored.
Jumlah yang sama sebenarnya juga mampu diciptakan oleh Huddersfield, namun dari 3 tembakan yang mereka lepaskan, 1 hanya mengenai tiang sedangkan 2 lainnya tidak tepat sasaran.

Memasuiki babak kedua, udaha dari David Wagner untuk menambah daya gedor Huddersfield dengan memasukkan Depoitre menjadi bumerang sendiri bagi Huddersfield. Masuknya Depoitre menggantikan Pritchard membuat pola serangan Huddersfield menjadi lebih mudah ditebak dan diantisipasi.
Heat-map Depoitre vs Chelsea. Sumber: WhoScored.
Jika melihat grafik heat map diatas, nampak bahwa Depoitre bermain lebih menunggu diarea tengah lapangan. Hal ini terhitung wajar, karena perannya yang merupakan seorang target men di lini depan.
Heat map Pritchard vs Chelsea. Sumber: WhoScored.
Namun keputusan Wagner mengganti Pritchard lah yang membawa petaka tersendiri bagi Huddersfield. Jika melihat grafik heat map milik Pritchard, nampak bahwa dirinya bermain lebih melebar, baik ke sisi kanan maupun kiri permainan. 

Hal tersebut tentu menyulitkan duet bek tengah Chelsea yang beberapa kali harus mengikuti pergerkanannya ke sisi lapangan, yang memudahkan Mounie dalam berduel udara di are tengah lapangan.

Namun dengan ditariknya Pritchard, bek tengah Chelsea cukup menunggu di are tengah pertahanan dan sudah siap dalam mengantisipasi upa umpan silang yang dilepaskan oleh para pemain sayap Huddersfield.

Bagaimanapun juga, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Sarri sebelum menghadapi rival sekota mereka, Arsenal pada pekan kedua akhir pekan nanti. Walaupun skema SarriBall belum sempurna, namun berkat hasil ini tentu mendongkarak kepercayaan diri para pemain Chelsea untuk menjalani satu musim mendatang. 

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...