Big Match kembali tersaji pada pekan kedua Premier League, Sabtu (18/08) malam, waktu Indonesia. Derby London yang mempertemukan Chelsea dan Arsenal tersaji di Stamford Bridge.
Sama-sama dinahkodai pelatih anyar, Chelsea akhirnya keluar menjadi pemenang dalam laga ketat yang berlangsung di Stamford Bridge itu dengan skor tipis, 3-2.
Analisa Pertandingan
Berbeda dengan pertandingan-pertandingan derby lainnya, duel dua tim asal London ini justru menampilkan permainan terbuka, terutama pada babak pertama. Baik Chelsea maupun Arsenal secara bergantian mampu menciptakan peluang-peluang yang membahayakan.
Namun pada 30 menit pertama, Chelsea lah yang terlihat lebih baik. Chelsea tercatat mampu melepaskan 6 tembakan, berbanding 4 milik Arsenal, menguasai bola hingga 63% dan melengkapi catatan apik tersebut dengan torehan 2 gol.
Namun sayangnya penampilan apik mereka tersebut harus ternoda dengan kelengahan pada 15 menit akhir babak pertama, dimana justru Arsenal secara gencar balas meneror pertahanan Chelsea.
Tercatat Arsenal mampu melepaskan hingga 8 tembakan, berbanding 3 milik Chelsea, dan mampu mencetak 2 gol yang seharusnya bisa lebih jika bukan karena buruknya penyelesaian akhir dari Arsenal.
Uniknya, dari 5 gol yang tercipta dilaga ini, 3 diantaranya berasal dari area kiri permaianan Chelsea dengan 2 gol untuk tim tuan rumah, Chelsea dan 1 gol untuk tim tamu, Arsenal.
Bagi Chelsea, sisi kiri yang ditempati oleh Alonso dan Willian (Hazard pada babak kedua) menjadi poros serangan mereka. Terbukti 2 gol Chelsea terlahir melalui sektor kiri ini.
Adapun, sosok Marcos Alonso yang ikut menyerang melalui sektor kiri tercatat sukses menjadi bintang dilaga ini dengan torehan 1 gol dan 1 assist nya.
Namun sisi pertahanan Chelsea yang dikawal Marcos Alonso pun juga seakan menjadi sasaran mudah bagi Arsenal dalam membangun serangan mereka. Tak hanya dari gol kedua mereka, namun peluang emas dari Aubameyang dan Iwobi juga berasal dari crossing yang dilepaskan disisi kiri pertahanan Chelsea tersebut.
Hal ini lah yang kemudian akan menjadi PR bagi Maurizio Sarri. Memainkan Alonso pada pos bek kiri tentu akan menambah daya gedor Chelsea, mengingat Azpilicueta di sektor kanan yang jarang maju membantu serangan.
Namun meningkatnya daya gedor Chelsea ini tentu juga meninggalkan lubang yang mungkin saja dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan Chelsea yang akan sengaja mengincar sisi dari Alonso untuk menembus pertahanan Chelsea.
Bagaimanapun umur jabatan Sarri di Chelsea masih sangatlah muda. Tentu Sarri juga memerlukan waktu untuk menyempurnakan pola permaianan Chelsea sekaligus menutup celah-celah yang saat ini masih terlihat.
Adapun berikutnya Chelsea akan melawat ke markas Newcastle dalam lanjutan pekan ketiga Premier League pada akhir pekan mendatang.

Comments
Post a Comment