Skip to main content

Peran Kunci Willian Bagi Chelsea

Chelsea sukses kembali ke jalur kemenangan kala mampu mengalahkan tamunya sesama wakil dari kota London, C. Palace, dalam lanjutan pekan ke 30 Premier League, Minggu (11/03) dini hari, waktu Indonesia. Bertanding dihadapan publik sendiri Chelsea sukses menang dengan skor tipis 2-1.

Meskipun menang tipis, namun Chelsea sebenarnya mampu tampil mendominasi pada laga kali ini. Secara statistik Chelsea mampu unggul jauh atas tamunya tersebut. Namun penyelesaian akhir yang kurang baik, serta ketidakberuntungan lah yang membuat Chelsea gagal pesta gol di laga kali ini.

Analisa Pertandingan

Pada laga kali ini, Conte memutuskan untuk memainkan Olivier Giroud sebagai ujung tombak dan mengembalikan peran Hazard kembali ke posisi penyerang sayap. Disamping pendekatan defensif yang diterapkan oleh C. Palace, perubahan formasi ini memudahkan Chelsea untuk lebih mendominasi permainan.
Grafik tendangan di laga Chelsea vs C. Palace 
pada babak pertama. Sumber:WhoScored
Sepanjang babak pertama, dominasi permainan yang ditunjukkan Chelsea sudah dapat dilihat melalui grafik diatas. Terlihat Chelsea mampu melepaskan 16 tembakan di babak pertama berbanding hanya 3 milik C. Palace.

Tak hanya itu, penguasaan bola juga mampu dipegang oleh Chelsea hingga menyentuh angka 68%. Hal ini tentulah berbanding jauh dengan pekan lalu, ketika Chelsea harus melawan Man. City di Etihad, dimana Chelsea sangat jarang menyentuh bola.

Salah satu kunci dari kemenangan Chelsea pada pertandingan ini adalah keberhasilan Willian dalam menjalankan perannya. Dapat dilihat pada grafik dibawah yang merupakan grafik tendangan yang dielpaskan Willian pada laga melawan C. Palace kemarin.
Grafik tendangan Willian pada laga vs C. Palace.
Sumber: WhoScored
Dirinya tercatat menjadi pemain Chelsea yang paling banyak melepaskan tembakan (6 kali) setelah Giroud (7 kali). Dari 6 percobaan yang dilepaskannya tersebut, dapat dilihat bahwa 5 diantaranya berasal dari luar kotak penalty.

Bahkan gol yang diciptakannya pun juga berasal dari tembakkan jarak jauh pemain asal Brazil ini. Inilah yang menjadi kunci Chelsea dalam mmbongkar pertahanan C. Palace yang cenderung menumpuk pemainnya di area kotak penalty. 

Tak hanya dalam urusan melakukan tembakkan jarak jauh, Willian juga mampu menjalankan tugasnya sebagai inisiator serangan balik Chelsea, terutama pada babak kedua. Dirinya tercatat mencatatkan 8 kali percobaan dribble dengan 5 diantaranya dilakukan di babak kedua dan semuanya merupakan dribble sukses.
Grafik dribble Hazard pada babak kedua vs C. Palace.
Sumber: WhoScored


Grafik dribble Willian pada babak kedua vs C. Palace.
Sumber: WhoScored
Jika dilihat pada 2 gambar diatas, nampak jelas perbedaan peran yang diemban oleh Willian dan Hazard ketika melakukan dribble. Dribble yang dilakukan Willian kebanyakan dilakukan diarea tengah lapangan, yang menunjukan perannya sebagai pembawa bola dari lini belakang ke lini depan.

Sedangkan Hazard, dribble yang dilakukannya kebanyakan berada di area lawan. Artinya tugas dari Hazard lebih menunggu bola diarea lawan dan ketika mendapat bola, barulah dia bertugas untuk menusuk pertahanan lawan lewat aksi dribblenya.

Namun sayangnya hal ini tak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang baik. Chelsea hanya mampu mencetak 2 gol dari 27 total temabakkan yang dilepaskannya pada laga ini. Hal inilah yang membuat C. Palace mampu kembali dalam permainan, terutama pada babak kedua setelah dimainkannya Zaha.

Kemenangan ini dapat menjadi modal berharga Chelsea jelang lawatannya ke markas Barcelona pada Kamis (15/03) dini hari mendatang. Chelsea harus mampu menang ataupun imbang dengan skor diatas 2 gol jika ingin lolos ke babak berikutnya.

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...