Chelsea tengah mengalami fase sulit bersama Antonio Conte. Setelah start awal yang kurang baik di tahun 2018, kini Chelsea harus mengalami dua kekalahan beruntun dari lawan yang diatas kertas, harusnya dapat mereka taklukan.
Setelah sempat dihajar oleh Bournemouth 0-3 pada pekan lalu, kali ini giliran Watford yang menaburkan garam diatas luka Chelsea setelah pada, Selasa dini hari kemarin, sukses mengalahkan Chelsea dengan skor 4-1.
Analisis Pertandingan
Pada laga ini sebenarnya terdapat beberapa kesamaan ketika Chelsea kalah 0-3 dari Bournemouth pada pekan sebelumnya, yakni Chelsea bermain tanpa adanya sosok striker murni didepan.
Sebenarnya Eden Hazard bermain cukup baik, namun skema permainan Chelsea dibawah Antonio Conte memerlukan sosok besar di lini depan agar pola serangan timnya dapat berjalan.
Di dua laga terakhir, Chelsea tak dapat diperkuat oleh Morata yang masih menderita cedera dibagian punggungnya. Sedangkan penyerang baru mereka, Olivier Giroud, baru bermain selepas menit ke 64 dibabak kedua.
Ketiadaan sosok target man didepan ini memaksa Chelsea harus bermain dengan bermain umpan-umpan pendek dan mendatar. Hal inilah yang sudah diantisipasi oleh Watford ketika laga melawan Chelsea ini.
Ya, Watford memainkan skema yang sama dengan Chelsea serta melakukan pressing tinggi semenjak bola berada di lini pertahanan Chelsea. Akibatnya Chelsea gagal mengembangkan permainan di laga ini.
![]() |
| Grafik kehilangan bola Chelsea sebelum dimainkannya Giroud vs Watford. Sumber: WhoScored |
Situasi membaik ketika masuknya Giroud menggantikan Pedro yang cedera. Chelsea tercatat hanya kehilangan bola sebanyak 5 kali semenjak mainnya Giroud. Bahkan Chelsea sukses mencetak gol penyama kedudukan.
Namun hilangnya konsentrasi dilini pertahanan kembali menghukum Chelsea. Baru selang 2 menit sejak Chelsea menyamakan kedudukan, Watford sukses mencetak gol lagi. Hal ini lah kemudian yang membuat para pemain Chelsea seolah menyerah.
Terbukti dalam setelah gol kedua Watford, Chelsea kembali bobol 2 kali lagi dalam waktu kurang dari 10 menit. Hal ini juga seolah membuktikan kurangnya sosok berkarkter pemimpin di kubu Chelsea.
Ketiadaan sosok-sosok berpengaruh seperti Terry, Cech, Drogba ataupun Lampard membuat Chelsea seolah dengan mudah menyerah ketika situasi sudah tidak mengenakan.
Apapun masalahnya, Chelsea harus segera bangkit jika ingin mengamankan posisi di 4 besar pada akhir musim nanti. Tak hanya itu, sepanjang bulan Februari ini Chelsea juga sudah ditunggu oleh partai-partai berat seperti laga melawan Man. City, Man. United hingga Barcelona.


Comments
Post a Comment