Skip to main content

Strategi Conte Matikan Barcelona

Chelsea menampilkan daya juang dan permainan apik kala menjamu Barcelona pada leg pertama babak 16 besar UCL, Rabu (21/02) dini hari kemarin. Bertanding dihadapan dukungan penuh suporter mereka sendiri, Chelsea bermain imbang 1-1 atas tamunya tersebut.

Hasil ini membuat Barca semakin diunggulkan, apalagi pada leg kedua nanti, laga akan dilangsungkan di Camp Nou, markas dari Barcelona. Namun jika melihat cara bermain Chelsea pada laga ini, maka fans Chelsea tak perlu cemas. Sebab pada laga ini justru Chelsea lah yang merupakan tim yang lebih berbahaya sepanjang laga.

Analisa Pertandingan

Sebelum laga dimuali, Antonio Conte sudah mengingatkan bahwa para pemain Chelsea harus siap tampil menderita karena tidak akan memegang bola terlalu banyak. Hal ini jugalah yang tampak di sepanjang laga berjalan.

Tercatat Barcelona mampu memegang bola hingga 73%. Para pemain Chelsea pun tampak hanya sesekali mampu memainkan bola. Namun penguasaan bola Barcelona itu tak berarti banyak pada laga ini.

Ya, jika melihat statistik, tercatat Barcelona hanya mampu menciptakan 5 umpan kunci disepanjang laga. Angka tersebut berarti Barca hanya mampu menciptakan 1 peluang setiap 18 menit.
Grafik umpan kunci Barcelona vs Chelsea.
Sumber: WhoScored
Jika dilihat pada grafik diatas, maka tampak sekali begitu kesulitannya Barcelona dalam upayanya menembus pertahanan Chelsea. Hal ini dikarenakan pendekatan bertahan yang dilakukan Chelsea terbilang sukses. Tak hanya itu, skuad Barca musim ini juga bukanlah seperti Barca di tahun-tahun sebelumnya.

Gol yang Barca mampu cipatakan pun tak lepas dari kesalahan umpan yang dilakukan oleh Christensen. Terlepas dari satu kesalahan tersebut, Chelsea terbilang mampu bertahan dengan baik dan mampu mematikan permainan Barca.

Disisi lain, meskipun kalah jauh dari segi penguasaan bola, namun Chelsea justru lebih mengancam di sepanjang laga. Tercatat Chelsea mampu melepaskan 11 tembakan berbanding 7 yang dimiliki Barca.

Hal ini tak lepas dari strategi cerdik yang diterapkan oleh Antonio Conte. Di laga ini, dirinya memilih untuk memasang Hazard sebagai false nine. Padahal di cadangan Chelsea memiliki 2 striker murni, yakni Giroud dan Morata.

Pemilihan Hazard sendiri sebagai false nine memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Keunggulannya Chelsea mampu tampil lebih cair didepan dengan pergerakan lincah dari trio Pedro-Hazard-Willian di lini depan.

Namun kelemahan dari strategi ini adalah tidak aadanya titik serangan ketika Chelsea tengah berupaya membangun pola serangan. Namun hal ini lah yang sudah diantisipasi dengan baik oleh Conte.

Karena tidak memiliki sosok striker murni dikotak penalty lawan, Conte pun menginstruksikan anak asuhnya agar lebih berani melepaskan tembakkan dari luar kotak penalty dibanding berupaya menusuk ke area kotak penalty.
Grafik tendangan dari luar kotak penalty Chelsea vs Barcelona.
Sumber: WhoScored
Seperti yang dapat dilihat pada grafik diatas, Chelsea tercatat melepaskan 8 dari 11 tembakannya dari luar kotak penalty Barca. Hasilnya Chelsea mampu beberapa kali mengancam Barca yang kurang siap dalam menghadapai situasi tersebut.

Ditambah lagi, Chelsea memiliki sosok Willian yang merupakan ahli dalam tembakkan jarak jauh. Dilaga ini pun dirinya lah yang paling sering mengancam gawang Barca. Tercatat dirinya melepaskan 3 tembakkan dari luar kotak penalty, dengan 1 berhasil menjadi gol dan 2 lainnya hanya membentur tiang gawang Ter Stegn.

Terlepas dari hasil, namun penampilan Chelsea dilaga ini patut memberikan keyakinan bagi para pemain dan fans Chelsea jelang leg kedua nanti di Camp Nou. Meskipun kalah gol tandang, namun jika Chelsea mampu menampilkan penampilan yang tak kalah apik dari laga ini, bukan tak mungkin Chelsea dapat melaju ke babak berikutnya.

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...