Skip to main content

Akhir Yang Pahit Untuk Chelsea

Target double winners yang di mimpikan Chelsea harus sirna pada Sabtu (27/05/2017) lalu. Bertanding menghadapi Arsenal dalam babak final FA Cup, Chelsea yang diunggulkan dalam laga ini justru harus takluk atas rival sekotanya tersebut.

Hasil ini tentunya bukanlah akhir musim yang ideal untuk Chelsea. Namun, patut diingat bahwa musim ini Chelsea sudah menjalani musim yang sangat luar biasa dengan mampu menjadi juara Premier League 2016/2017.

Analisis Pertandingan

Dalam laga inisejatinya Chelsea dalam kondisi yang lebih diuntungkan dibanding rivalnya tersebut. Datang sebagai juara Premier League serta tidak memiliki catatan cedera pemain, Chelsea turun dengan skuad terbaiknya dalam pola 3-4-3.

Hal berbeda terlihat dikubu Arsenal. Mereka tak dapat diperkuat oleh 2 pilar utama di lini belakang mereka, Koscielny dan Gabriel. Dibawah mistar pun Ospina yang dipasang menggantikan posisi dari Cech yang kabarnya juga mengalami cedera pada latihan.

Namun belum 10 menit laga berjalan, Chelsea sudah harus tertinggal melalui gol kontroversial yang diciptakan oleh Sanchez. Gol pembuka Arsenal ini mampu lolos dari pelanggaran handball serta offside.

Tapi, penampilan dari pihak Chelsea sendiripun bukannya bagus malah mengecewakan. Tercatat sepanjang babak 1 berjalan, Chelsea telah kehilangan bola sebanyak 11 kali. 
Sumber: WhoScored
Seperti dalam gambar di atas betapa buruknya penguasaan bola dari Chelsea. Tercatat sepanjang babak 1, Chelsea harus kehilangan bola sebanyak 6 kali di daerahnya sendiri. Hal ini tentulah menunjukan kurangnya konsentrasi yang dimiliki antar pemain. 

Namun bagaimanapun juga penampilan Chelsea yang buruk ini tidak perlulah terlalu disesali. Terlebih mengingat musim yang luar biasa yang telah dialami Chelsea sepanjang musim ini. Hasil akhir memang mengecewakan, namun semoga dengan kekalahan ini, Chelsea tidak mengulangi kesalahan pada musim lalu dengan pasif di bursa transfer musim panas.

Terlepas juga dari kontroversi mengenai gol pertama milik Arsenal, kredit juga patut diberikan kepada mereka karena tampil lebih semangat dalam mengakhiri musim dengan sebuag piala.

Comments

Popular Post

Bagaimana Suatu Transfer Bekerja?

Memasuki musim transfer pemain, membuat para suporter berharap-harap cemas tentang pergerakan timnya di bursa transfer. Menjadi klub yang tidak terlalu aktif tentu membuat fans khawatir akan kalah bersaing pada musim berikutnya. Namun, jika terlalu aktif bergerak belum tentu menjamin hasil yang baik di musim berikutnya. Malah resiko "salah beli" hingga menjadi olok-olok tim rival karena pemain yang dibeli mahal malah tak bersinar tentu menjadi pertimbangan. Namun disamping itu semua, proses transfer pemain tidaklah semudah dan sesimpel seperti yang ada dalam konsol game. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi lamanya suatu negosiasi transfer pemain. Jadi, bagaimanakah proses suatu transfer berlangsung?  Bagian 1: Negosiasi antar klub Pertama-tama, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa proses transfer pemain melalui beberapa tahap negosiasi, yaitu: Negosiasi antara klub pembeli dan penjual. Negosiasi antara klub pembeli dengan agen pemain (disebut ...